Kapolda NTT Sambut Kunjungan Kerja Menhan RI di Kupang, Pastikan Kesiapan Pertahanan Pintu Selatan NKRI
NTT,ikagawanews.id — Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. menyambut langsung kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (21/1/2026).
Menhan RI tiba di Apron Lanud El Tari Kupang, Rabu (21/1/2026), didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Saleh Mustafa, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Rui Duarte, Kabaloghan Kemenhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, Kabacadnas Kemenhan Letjen TNI Gabriel Lema, serta Rektor Universitas Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho.
Kedatangan rombongan disambut oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Danlanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad, Dankodaeral VII Rias Joni Sudianto, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, serta Wakil Ketua DPRD NTT sekaligus Ketua Uni Timor Aswain (UNTAS) Indonesia José Fernando Osório Soares.
Melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Kapolda NTT menyampaikan bahwa kunjungan kerja Menteri Pertahanan ke NTT memiliki makna strategis, mengingat wilayah ini merupakan daerah perbatasan Indonesia dengan dua negara.
“Kunjungan Bapak Menteri Pertahanan ke NTT ini dalam rangka memastikan sistem pertahanan negara, baik pertahanan udara, darat, maupun laut di wilayah perbatasan, benar-benar siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. NTT adalah pintu selatan Republik Indonesia yang memiliki posisi sangat strategis,” ujar Kapolda NTT melalui Kabidhumas.
Kapolda NTT menambahkan, usai penyambutan di Pangkalan TNI AU El Tari Kupang, pihaknya sempat berdiskusi singkat dengan Menhan RI terkait kondisi dan kesiapan pertahanan, khususnya pertahanan udara di wilayah NTT.
“Dalam diskusi tersebut, Kapolda NTT melaporkan secara umum kondisi keamanan dan pertahanan udara yang ada di wilayah NTT, serta sinergi yang terus dijalin antara Polri dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan daerah,” jelas Kombes Pol Henry.
Selain agenda pertahanan, kunjungan Menhan RI ke NTT juga memiliki agenda sosial dan kebangsaan, yakni menghadiri serta melantik pengurus Uni Timor Aswain (UNTAS), organisasi yang menjadi wadah tunggal warga negara Indonesia asal Timor Timur yang tetap setia kepada NKRI, menjunjung tinggi HAM, anti kekerasan, dan berjiwa pro-integrasi.
“Selain dari sisi Kementerian Pertahanan, kedatangan Bapak Menhan juga untuk menghadiri dan melantik pengurus UNTAS. Ini menjadi perhatian penting bagi saudara-saudara kita asal Timor Timur yang telah lebih dari dua dekade mengabdikan diri dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan mengunjungi beberapa rute dan lokasi strategis di NTT, salah satunya Kabupaten Belu, termasuk Universitas Pertahanan yang berada di wilayah tersebut.
Salah satu agenda utama Menhan RI pada Kamis, 22 Januari 2026, adalah menghadiri Kongres UNTAS sekaligus pengukuhan pengurus UNTAS periode 2025–2030.
“Besok, Pak Menhan akan hadir dalam Kongres UNTAS untuk pengukuhan pengurus periode 2025–2030. Kehadiran beliau merupakan kehormatan besar bagi kami dan seluruh warga Indonesia asal Timor Timur yang tergabung dalam UNTAS,” ujar Kapolda NTT melalui Kabidhumas.
Kehadiran Menteri Pertahanan RI dalam Kongres UNTAS dinilai sebagai bentuk apresiasi dan perhatian negara terhadap warga Indonesia asal Timor Timur yang memilih tetap setia kepada NKRI.
“UNTAS adalah organisasi warga negara Indonesia asal Timor Timur pertama yang dibentuk pasca lepasnya Timor Timur dari NKRI. Kehadiran Menhan di tengah-tengah kami menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus kesempatan bagi beliau untuk bertemu kembali dengan rekan-rekan lama yang pernah berjuang bersama di Timor Timur, serta melihat secara langsung kehidupan warga asal Timor Timur yang telah diterima dengan baik oleh masyarakat NTT selama puluhan tahun,” pungkasnya.(Red/Hum)