Inilah Arahan Strategis Kabid Humas Polda NTT: Optimalisasi Manajemen Media Multimedia untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H
NTT,ikagawanews.id – Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya disrupsi komunikasi publik, peran fungsi kehumasan Polri dituntut semakin adaptif, responsif, dan strategis. Menyikapi hal tersebut, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menegaskan pentingnya optimalisasi manajemen media multimedia sebagai instrumen utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Menurutnya, pembentukan dan penguatan Biro Multimedia bukan sekadar kebutuhan struktural, melainkan langkah strategis menjawab dinamika opini publik yang berkembang sangat cepat di ruang digital.
“Berdasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga yang terekspos di media, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi masih menghadapi tantangan. Karena itu, fungsi Humas harus mampu menjadi garda terdepan dalam mengelola informasi secara cepat, tepat, dan kredibel,” ujar Kombes Henry.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan implementasi Commander Wish Kapolri, khususnya dalam aspek reformasi kultural, peningkatan profesionalisme, perbaikan layanan publik, penguatan kamtibmas, serta manajemen media modern.
Tantangan Hoaks dan Opini Negatif
Kabid Humas mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah maraknya pemberitaan negatif maupun informasi tidak benar (hoaks) yang beredar luas di media online dan media sosial.
“Informasi yang tidak sesuai fakta ini bukan hanya merugikan institusi, tetapi juga berpotensi memicu keresahan sosial dan mengganggu stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, perlu respons komunikasi yang cepat dan terukur,” tegasnya.
Pendekatan Cyber Public Relations
Dalam kerangka strategi, Polda NTT mengedepankan pendekatan manajemen media multimedia berbasis fungsi Cyber Public Relations. Pendekatan ini menitikberatkan pada langkah preemtif, preventif, dan edukatif dalam ruang siber.
Melalui strategi tersebut, Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga mengelola opini publik melalui narasi yang informatif, transparan, dan membangun.
Langkah Strategis yang Diperkuat
Kombes Henry merinci sejumlah langkah yang menjadi atensi seluruh jajaran Humas di wilayah hukum Polda NTT, antara lain:
Meluruskan pemberitaan dengan melakukan klarifikasi cepat terhadap isu negatif agar masyarakat memperoleh fakta yang utuh.
Mengamplifikasi keberhasilan Polri melalui publikasi kinerja dan prestasi guna membangun persepsi positif.
Menganalisis isu strategis di media sebagai bahan masukan pimpinan dalam pengambilan kebijakan.
Melaksanakan edukasi siber dengan menjadi Cyber Public Relations yang aktif menyebarkan literasi informasi kepada masyarakat digital.
Indikator Keberhasilan Terukur
Untuk memastikan strategi berjalan efektif, Kabid Humas menetapkan sejumlah indikator kinerja utama (KPI), di antaranya:
Meningkatnya sentimen positif publik di media sosial dan media online.
Cepatnya pelurusan kontra narasi terhadap hoaks.
Konsistensi publikasi keberhasilan Polri di ruang publik.
Tersusunnya laporan top issue media yang akurat bagi pimpinan.
Serta meningkatnya indeks kepercayaan publik berdasarkan survei berkala.
Menuju Polri yang Profesional dan Terpercaya
Di akhir arahannya, Kombes Henry menegaskan bahwa tujuan utama dari optimalisasi manajemen media multimedia adalah membangun citra Polri yang profesional, transparan, dan terpercaya di mata masyarakat.
“Humas adalah wajah institusi di ruang publik. Karena itu, pengelolaan informasi harus dilakukan secara cerdas, terukur, dan bertanggung jawab agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan serta dipercaya masyarakat,” pungkasnya.