Kapolda NTT Perkuat Sinergi dengan AJI Kupang, Bahas Rekrutmen hingga Perlindungan Jurnalis

NTT,ikagawanews.id  –  Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol Dr. Rudi Drmoko, S.I.K., M.Si  menggelar audiensi bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kupang sebagai langkah memperkuat sinergi antara institusi Polri dan insan pers. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari transparansi rekrutmen Polri, penanganan perkara, hingga perlindungan terhadap jurnalis.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menjelaskan bahwa audiensi ini menjadi ruang dialog terbuka guna membangun komunikasi yang konstruktif antara kepolisian khususnya Polda NTT dan media.

“Audiensi ini merupakan bentuk komitmen Polda NTT untuk terus menjalin kemitraan yang baik dengan insan pers, sekaligus menerima berbagai masukan demi peningkatan kinerja Polri ke depan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua AJI Kupang Djemi Amnitu menyampaikan pentingnya pengawasan eksternal dalam proses rekrutmen Polri agar tetap transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa kualitas proses seleksi akan berdampak langsung pada citra institusi di mata publik.

Selain itu, AJI Kupang juga mengusulkan adanya pembekalan literasi media bagi calon siswa (casis) Polri, serta menyoroti perlunya perlindungan maksimal terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas di lapangan.

Isu lain yang mengemuka adalah tingginya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah NTT serta kebutuhan penambahan personel Polwan, khususnya di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). AJI juga menyoroti penanganan kasus serangan digital yang dinilai perlu ditingkatkan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, menegaskan bahwa proses rekrutmen Polri dilaksanakan secara transparan dan bebas dari praktik percaloan.

“Seluruh sistem seleksi dikendalikan oleh Mabes Polri dengan pengawasan ketat. Kami di daerah hanya sebagai pelaksana, namun tetap memastikan setiap tahapan berjalan profesional dan akuntabel,” tegasnya.

Kapolda juga menyambut baik usulan keterlibatan Dewan Pers dalam memberikan pembekalan kepada casis Polri, serta menyatakan kesiapan untuk hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Hari Pers yang akan digelar AJI Kupang pada Mei mendatang.

Sementara itu, jajaran Polda NTT turut menegaskan bahwa seluruh proses seleksi telah menggunakan sistem berbasis teknologi seperti Computer Assisted Test (CAT) serta didokumentasikan secara terbuka guna menjamin transparansi.

Terkait perlindungan jurnalis, Polda NTT memastikan bahwa setiap laporan dugaan kekerasan terhadap wartawan akan ditangani secara profesional dan transparan. Kepolisian juga mendorong komunikasi yang lebih intens antara penyidik dan media guna menghindari kesalahpahaman dalam pemberitaan.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Polda NTT berharap pertemuan ini dapat semakin memperkuat kepercayaan publik serta menciptakan kolaborasi yang positif antara kepolisian dan insan pers di wilayah Nusa Tenggara Timur.(Red/Hum)