Inilah Sosok Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara 

SUMSEL,ikagawanews.id – Komisaris Besar Polisi (KBP) Dr. Bayu Wicaksono merupakan perwira menengah Polri yang kini dipercayai oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memimpin Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara sejak awal tahun 2026. KBP Bayu menggantikan KBP Doni Satria Sembiring yang ditunjuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel.

KBP Dr. Bayu Wicaksono bukan orang baru di jajaran kepolisian. Ia memulai karir sebagai Bhayangkara Muda setelah dinyatakan lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2002, sekitar 24 tahun yang lalu. Karier pria kelahiran Jakarta pada tanggal 20 November 1979 ini mulai menanjak setelah dipercaya sebagai Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng saat menjabat Komisaris Polisi (Kompol).

Tidak berselang lama, Bayu kembali dipercaya menduduki kursi Kasubdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng. Setelah menjalankan berbagai tugas kepolisian di tempat ini, Bayu Wicaksono yang semula diangkat Kompol naik menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), dan pada waktu yang hampir sama dipercaya menjadi Kapolres Seruyan Polda Kalteng.

Selama menjabat sebagai Kapolres Seruyan, Bayu berhasil mengungkap berbagai kasus. Kerja kerasnya membuahkan hasil, sehingga Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mempercayainya membantu Kapolres Kotawaringin Barat Polda Kalteng pada tahun 2022.

Tak lama berselang, pada tahun 2023, Bayu Wicaksono diangkat menjadi Wakil Kepala Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng. Puncaknya, pada tahun 2025, Kapolri kembali mempercayainya untuk menduduki jabatan strategis sebagai Direktur Reserse Siber Polda Sumatera Utara.

Pengungkapan Kasus

Kurang dari tiga bulan menjabat sebagai Direktur Reserse Siber Polda Sumut, KBP Dr. Bayu Wicaksono kembali menunjukkan kemampuannya dalam menangani kasus kejahatan di wilayah Sumatera Utara. Kali ini, ia berhasil mengungkap jaringan judi online (judol) yang telah beroperasi di Kota Medan selama dua tahun terakhir.(Red/Hum)