Antisipasi Bencana Alam dan Kerusuhan, Dit Tahti Polda Aceh Sosialisasi Cara Penanganan Tahanan di Polresta
BANDA ACEH,ikagawanews.id – Polresta Banda Aceh melalui Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) melaksanakan kegiatan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi tahanan dalam situasi bencana yang dirangkaikan dengan supervisi dari Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Aceh yang dipimpin langsung oleh Plh Dirtahti AKBP Taufik Rahman. Kegiatan ini berlangsung di Aula Machdum Sakti dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kondisi darurat, Senin (27/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakapolresta Banda Aceh AKBP Henki Ismanto didampingi Kasat Tahti Iptu Jakfar dan dihadiri oleh Pejabat Utama Polresta, para Kapolsek, Pamapta serta para Kanit Samapta jajaran. Kehadiran tim supervisi dari Dit Tahti Polda Aceh guna memberikan arahan, pembinaan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dalam pengawasan tahanan .
Kegiatan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi tahanan dalam situasi bencana alam dan kerusuhan, turut diramu dengan SOP perawatan tahanan dan pengelolaan barang bukti di Polresta Banda Aceh.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keseragaman tindakan dalam menghadapi situasi bencana alam khususnya di Wilayah Hukum Polresta Banda Aceh sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dan profesionalisme personel dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan tahanan serta keamanan barang bukti.
Dalam sosialisasi tersebut, personel diberikan pemahaman menyeluruh terkait langkah-langkah teknis, mekanisme evakuasi, hingga pengamanan tahanan agar tetap sesuai dengan prinsip hak asasi manusia dan prosedur kepolisian yang berlaku.
SOP yang disosialisasikan ini merupakan yang terbaru dan disebut sebagai yang pertama di Indonesia yang diinisiasi oleh Polda Aceh dalam penanganan evakuasi tahanan saat terjadi bencana alam maupun kerusuhan. SOP tersebut dirancang sebagai bentuk inovasi dan pembaruan sistem penanganan tahanan, yang akan segera diterbitkan dalam Peraturan Kapolda Aceh.
Penyusunan SOP ini merupakan hasil dari penemuan serta evaluasi mendalam pasca terjadinya berbagai bencana alam di wilayah Aceh. Dari pengalaman tersebut, Dit Tahti Polda Aceh melakukan kajian untuk menciptakan sistem yang lebih efektif, terstruktur, dan responsif dalam menghadapi situasi darurat.
Dengan adanya SOP terbaru ini, diharapkan seluruh jajaran kepolisian, khususnya di Polresta Banda Aceh, dapat mengimplementasikan prosedur evakuasi dan perawatan tahanan secara optimal, sehingga mampu meminimalisir risiko serta menjamin keselamatan semua pihak dalam kondisi krisis.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab guna memperkuat pemahaman personel terhadap materi yang telah disampaikan.(Red/Hum)