Penemuan Mayat di Sungai Air Kendau, Diduga Terjatuh Saat Mencari Ikan
Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., M.Tr.Opsla
KAUR,ikagawanews.id – Warga Desa Ulak Bandung, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran Sungai Air Kendau pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban diketahui bernama Nirwan (40), seorang petani yang merupakan warga Desa Ulak Lebar, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur.
Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., M.Tr.Opsla melalui Kapolsek Muara Sahung Ipda Suharno, SH membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya untuk pergi mencari ikan setelah sahur.
“Korban pamit kepada istrinya, Saudari Nope Sulastri, untuk pergi mencari ikan. Namun hingga siang hari korban belum kembali ke rumah sehingga pihak keluarga mulai merasa cemas,” jelas Ipda Suharno.
Sekitar pukul 15.00 WIB, dua orang warga yang sedang mencari dan membersihkan rebung bambu di sekitar aliran sungai, yakni Deka Permansyah (24) dan Rendi Apriansyah (15), tiba-tiba melihat sosok tubuh manusia tersangkut di sebuah batu besar di tengah aliran Sungai Air Kendau.
“Para saksi terkejut melihat adanya mayat laki-laki yang tersangkut di batu besar di aliran sungai tersebut, kemudian mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Sahung,” tambahnya.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Muara Sahung langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi serta keluarga korban, dan mengevakuasi korban untuk dibawa ke Puskesmas setempat.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat terjatuh di sungai. Pada tubuh korban ditemukan luka pada bagian kepala tepatnya di bagian kening.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang pergi untuk mencari ikan. Saat ditemukan di sekitar lokasi juga terdapat alat setrum ikan yang diduga milik korban,” ujar Ipda Suharno.
Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi,” tutup Kapolsek.
Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(Red/Hum)