Polda NTT dan Tim SAR Gabungan Terus Berjuang Cari Korban KM Putri Sakinah

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H.

Labuan Bajo,ikagawanews.id – Operasi pencarian korban kecelakaan laut kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, kembali dilanjutkan pada hari kesembilan, Sabtu (3/1/2026). Hingga operasi berakhir sore hari, Tim SAR Gabungan belum menemukan korban maupun bangkai kapal.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan, pencarian hari kesembilan melibatkan unsur maritim lintas instansi dengan dukungan peralatan laut dan bawah laut yang lengkap.

“Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran permukaan laut, penyelaman, pemantauan udara menggunakan drone, serta pendeteksian bawah laut dengan sonar. Namun hingga hari ini hasilnya masih nihil,” ujar Kombes Pol. Henry.

Operasi SAR dimulai sejak pukul 06.00 WITA dengan apel kesiapan personel dan peralatan, kemudian dilanjutkan penyisiran di sejumlah titik strategis, meliputi perairan Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, Pulau Serai, Gili Lawa, Batu Bolong, Taka Makassar hingga Pink Beach.

Selain penyisiran permukaan, tim juga menurunkan penyelam di beberapa titik yang dicurigai serta mengoperasikan sonar multibeam dan sonar 2D untuk mendeteksi objek di dasar laut. Pemantauan udara menggunakan drone thermal turut dilakukan guna memperluas jangkauan pencarian.

“Pada hari kesembilan ini, tim juga sempat menemukan serpihan kapal di sekitar Teluk Lohgenggo. Namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Kabid Humas.

Kombes Pol. Henry menambahkan, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam operasi SAR. Arus laut yang kuat, gelombang tinggi, serta angin dengan kecepatan 5–10 knot menyulitkan tim menjangkau seluruh area pencarian secara optimal.

Meski demikian, Polri bersama seluruh unsur SAR memastikan pencarian tetap dilanjutkan. Operasi SAR dijadwalkan kembali digelar pada Minggu, 4 Januari 2026, dengan fokus pencarian di sekitar Selat Padar bagian utara dan perairan sekitarnya.

“Polda NTT bersama Tim SAR Gabungan tetap berkomitmen melanjutkan pencarian secara maksimal. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar korban segera ditemukan,” tutup Kombes Pol. Henry.

Operasi SAR ini melibatkan unsur Basarnas, Polairud Polda NTT, Baharkam Polri, TNI AL, KSOP, KPLP, serta potensi SAR lainnya, dengan dukungan peralatan bawah laut seperti ROV, sistem sonar, DPV, dan dive thruster.(Red/Hum)