TIDORE,ikagawanews.id – Polresta Tidore melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan “Keselamatan Kieraha 2026” yang berlangsung di halaman Mapolresta Tidore, Senin (2/2/2026).
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Plt. Wakapolresta Tidore AKBP Muhammad Jufri Dukomalamo, SH, MH, sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung sebelum pelaksanaan Operasi Keselamatan Kieraha 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Wali Kota Tidore Kepulauan Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Abdul Hakim Adjam, Dandim 1505/Tidore yang diwakili oleh Kasdim Walikota Inf. Asinoh, Kadis Perhubungan Kota Tidore Kepulauan Drs. Marsaid Idris, M.Si, Kasatpol PP Kota Tidore Kepulauan Drs. Yusuf Tamnge, Kepala Samsat Kota Tidore Kepulauan, serta para Pejabat Utama (PJU) Polresta Tidore.
Peserta apel terdiri dari personel Kodim 1505/Tidore, Polresta Tidore, Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tidore Kepulauan serta Samsat Kota Tidore Kepulauan.
Dalam amanat Kapolda Maluku Utara yang dibacakan oleh AKBP Muhammad Jufri Dukomalamo menyampaikan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan yang memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Operasi Keselamatan Kieraha 2026 merupakan bagian dari Operasi Keselamatan 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, halus, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) sebagai langkah awal menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Kieraha 2026 mengedepankan upaya preemtif dan preventif dengan pendekatan humanis kepada masyarakat. Sementara itu, tindakan represif dilakukan sebagai langkah terakhir terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Adapun sasaran pelanggaran dalam operasi ini antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman, melawan arus, pengendara di bawah umur, menggunakan telepon genggam saat berkendara, balap liar, melanggar batas kecepatan, serta berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba.
Selain penindakan pelanggaran, Polresta Tidore bersama instansi terkait juga akan melakukan pemetaan jalur rawan kecelakaan, ramp check kendaraan angkutan umum dan wisata, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Kieraha 2026, Polresta Tidore berharap dapat mewujudkan situasi kamtibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat di wilayah Kota Tidore Kepulauan.(Red/Hum)