SAMARINDA,ikagawanews.id — Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, jajaran Forkopimda dan instansi lintas sektoral mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Linsek secara virtual dari Aula Rupatama Polresta Samarinda, Senin (2/3/2026) pukul 10.00 Wita.
Kegiatan yang dipimpin secara nasional oleh Listyo Sigit Prabowo (Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.) ini menegaskan komitmen negara dalam menjamin perayaan Lebaran berjalan aman, lancar, dan kondusif. Rakor di Samarinda turut dihadiri Wakapolda Kaltim, Wakil Wali Kota Samarinda, Kapolresta Samarinda, unsur TNI, kementerian/lembaga, serta puluhan peserta dari berbagai instansi terkait.
Kapolri menekankan pentingnya penguatan komunikasi publik, pengamanan objek vital, serta antisipasi lonjakan arus mudik dan potensi gangguan kamtibmas. Seluruh jajaran diminta tidak meremehkan dinamika lapangan dan tetap mengedepankan pelayanan yang profesional serta humanis.
Dari sisi keagamaan, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memprediksi 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dengan kepastian menunggu hasil Sidang Isbat pada 19 Maret. Ia juga mengimbau agar pelaksanaan takbiran tetap mengedepankan toleransi apabila beririsan dengan Hari Raya Nyepi.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga bahan pokok relatif stabil dan pengawasan terhadap potensi penimbunan diperketat. Di sektor transportasi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan kesiapan pengamanan arus mudik serta pelaksanaan program mudik gratis.
Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani turut mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk ancaman banjir rob dan cuaca ekstrem selama periode angkutan Lebaran.
Seluruh kementerian dan lembaga menyatakan kesiapan penuh dalam Operasi Ketupat 2026, mulai dari pengamanan jalur transportasi, kesiapsiagaan SAR, stabilitas pangan dan energi, hingga pelayanan wisata.
Rakor Linsek berakhir pada pukul 13.55 Wita dalam situasi aman dan terkendali. Sinergi lintas sektor ini menjadi penegasan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap langkah mudik masyarakat berlangsung selamat hingga kembali dari kampung halaman.(Red/Hum)