JAYAPURA,ikagawanews.id – Olahan sagu dan umbi-umbian dewasa ini kerap disebut sebagai makanan kampung.
Meski dipandang rendah namun makanan lokal Papua itu mampu menyelamatkan generasi Papua dari ancaman gagal tumbuh.
ANGKA stunting atau gagalnya pertumbuhan pada anak di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada tahun 2023 ini mencapai 20.2 persen.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, walau sudah turun sebanyak 9.3 persen, namun angka tersebut masih dapat dikategorikan cukup tinggi.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, seperti memberikan makanan tambahan bergizi kepada ibu hamil dan Balita.
Selain itu adapula kampanye untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna.
Makanan 4 sehat 5 sempurna itu sendiri terdiri dari makanan yang mengandung kalori tinggi seperti nasi, sayur-sayuran, lauk berprotein, buah dan susu.
Namun rupanya hal tersebut belum belum mampu membuahkan hasil yang signifikan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Jayapura.
Meski belum dapat menurunkan angka stunting, namun kampanye itu masih terus dilakukan.
Di luar itu, pemerintah seakan lupa bahwa ada makanan lokal Papua jauh lebih sehat ketimbang makanan modern yang saat ini dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat.
Olahan sagu seperti papeda, sagu bakar dan lain sebagainya rupanya mampu menyelamatkan generasi Papua dari ancaman stunting. Selain sagu, adapula umbi-umbian, layaknya singkong, petatas dan keladi.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) generasi Papua di era tahun 1980 dan 1990 memiliki tumbuh kembang yang cukup baik ketimbang di era tahun 2000.
Hal ini disebabkan karena generasi yang tumbuh di era tersebut lebih banyak mengkonsumsi makanan lokal ketimbang junk food seperti saat ini.
Perlahan tapi pasti kampanye untuk kembali mengkonsumsi makanan lokal saat ini sedang dilakukan oleh Polres Jayapura.
Kampanye ini dimulai dari ajakan kepada masyarakat Kabupaten Jayapura untuk dapat kembali menanam sagu di setiap dusunnya.
Meski belum menunjukan hasil dalam penurunan angka stunting, namun apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.
Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura pun memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah berupaya untuk membantu menurunkan angka stunting.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi kepada wartawan usai mengikuti kegiatan penanaman pohon sagu yang dilaksanakan Polres Jayapura di Kampung Putali, Distrik Ebungfau mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Kapolres Jayapura adalah langkah maju untuk menyelamatkan generasi Papua.
Sekda juga berharap apa yang telah dimotori oleh Polres Jayapura ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang ada di Provinsi Papua.
“Pada prinsipnya kami akan mendukung semua yang dilakukan oleh Polres Jayapura, karena apa yang dilakukan ini adalah sesuatu yang positif dan perlu kita dukung. Karena ini untuk generasi kita juga” kata Sekda, Jumat (06/10).
Dikatakan sekda, saat ini pihaknya siap untuk menjaga dan merawat sagu yang telah di tanam oleh pihak Kepolisian.
“Apa yang dilakukan ini adalah hal yang baik, dengan begitu Danau Sentani tidak akan kekurangan sagu, karena sagu untuk kehidupan” tukasnya.
“Kedepan setiap dusun sagu yang adai di Danau Sentani akan bercerita tentang kehidupan untuk masa depan, terima kasih Polres Jayapura, Tuhan Memberkati kita semua” tutupnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Jayapura, AKBP Frederickus Macklariboen mengungkapkan proses penanaman yang dilakukan ini merupakan program yang akan terus berlanjut untuk masa depan generasi Papua.
Saat ini masyarakat bangga telah mengkonsumsi sagu, namun belum banyak bicara untuk membudidayakan sagu.
“Ini akan menjadi ajakan untuk kita semua untuk bisa, kita yang ada atau kita pemilik tanah bisa bersama untuk tanam sagu” ucapnya.
Penanaman sagu yang dilaksanakan di Dusun Kamehow, Kampung Putali, Distrik Ebungfau bukanlah hal yang baru, karena sebelumnya Polres Jayapura melaksanakan tanam sagu di Kampung Abaar, Kampung Sereh dan beberapa kampung lainnya.
Kapolres juga menuturkan bahwa Sagu merupakan salah satu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Jayapura yang perlu dijaga dan dilestarikan.
“Sehingga kami berharap, kedepan masyarakat bisa punya kesadaran untuk membudidayakan sagu.
Karena sagu jauh lebih sehat dibandingkan dengan makanan lain” pungkasnya. (***)