NTT,ikagawanews.id – Semangat transparansi dan akuntabilitas terpancar kuat di Aula Mapolda NTT saat digelarnya Exit Meeting Penyerahan Laporan Hasil Audit atas Laporan Keuangan Polri Tahun Anggaran 2025,20 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pemeriksaan intensif yang dilaksanakan oleh Tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terhadap seluruh Satker dan Polres jajaran Polda NTT, sebagai wujud pertanggungjawaban nyata kepada negara dan seluruh rakyat Indonesia.
Selama 17 hari masa pemeriksaan yang dimulai sejak 4 Februari 2026, tim auditor melakukan pendalaman terhadap sistem pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan. Exit meeting tersebut menjadi momentum strategis untuk menyampaikan hasil evaluasi sekaligus rekomendasi perbaikan guna memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Pesan Penting Tim Audit BPK RI: Menjaga Tradisi WTP
Pengendali Teknis Tim Audit BPK RI, Ahmad Nurdi Putranto, SE, M.Ec, Dev, Ak, MM., CA, ACPA, CertDA, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan kerja sama aktif seluruh jajaran Polda NTT selama proses audit berlangsung.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan Aset Tak Berwujud (ATB), khususnya perangkat komputer yang disertai perangkat lunak (software), agar tercatat secara akurat dan sesuai ketentuan. Pendataan dan pengendalian aset yang tertib dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga kualitas laporan keuangan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai indikator bahwa laporan keuangan disusun secara wajar dan dapat dipercaya. “Komitmen terhadap pengelolaan yang tertib, transparan, dan akuntabel akan menjadi fondasi utama dalam mempertahankan opini WTP,” tegasnya.
Respon Tegas Kapolda NTT: Perkuat Sistem dan Tindak Lanjut Profesional
Menanggapi hasil audit tersebut, Kapolda NTT, Rudi Darmoko, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas profesionalisme Tim BPK RI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa BPK RI bukan sekadar lembaga pemeriksa, melainkan mitra strategis dalam mendorong perbaikan tata kelola organisasi.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya selaku Kapolda NTT menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim BPK RI atas pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan yang telah dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan berintegrasi. Kehadiran Tim BPK RI bukan hanya sebagai pelaksana fungsi kontrol, namun juga sebagai mitra strategis dalam rangka pembinaan dan perbaikan kinerja organisasi Polri,” ujar Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko., S.I.K., M.Si.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan bagian penting dari mekanisme kontrol untuk memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan secara tertib, efektif, efisien, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Lebih lanjut, Kapolda NTT mengakui masih adanya keterbatasan dan kekurangan dalam pelaksanaan tugas serta pengelolaan anggaran di lingkungan Polda NTT.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam pelaksanaan tugas dan pengelolaan anggaran masih terdapat kekurangan yang perlu dibenahi. Seluruh temuan, saran, dan rekomendasi yang telah disampaikan akan kami jadikan sebagai bahan evaluasi dan dasar dalam melakukan perbaikan sistem, peningkatan pengendalian internal, serta penyempurnaan tata kelola keuangan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga secara tegas memerintahkan seluruh Kasatker dan jajaran untuk segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan secara serius, tepat waktu, dan bertanggung jawab.
“Saya menegaskan dan memerintahkan kepada seluruh Kasatker dan jajaran untuk segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan secara profesional dan tepat waktu. Tindak lanjut yang optimal merupakan wujud komitmen kita bersama dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Kapolda NTT turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pemeriksaan terdapat hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam penyediaan data maupun koordinasi selama kegiatan berlangsung. Ia berharap hasil pemeriksaan ini mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya Polda NTT.
Kehangatan Pantun dan Simbolisasi Kemitraan
Meski berlangsung dalam suasana formal dan penuh keseriusan, kegiatan tersebut tetap terasa humanis. Momen berbalas pantun antara MC, Kapolda NTT, dan Pengendali Teknis BPK RI menjadi simbol kemitraan yang harmonis. Nuansa keakraban itu mencerminkan bahwa setiap masukan diterima dengan tangan terbuka demi kemajuan institusi.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penyerahan plakat penghargaan serta berkas temuan hasil audit dari Tim BPK RI kepada Kapolda NTT. Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga integritas dan mewujudkan pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan amanah.
Exit meeting ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret menuju penguatan tata kelola keuangan negara yang semakin profesional. Dengan komitmen kuat dari seluruh jajaran, Polda NTT optimistis mampu mempertahankan kualitas laporan keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.(Red/hUM)